-
KENAPA HARUS INTERNET SEHAT??
Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global yang membuat kamu terkoneksi dengan orang banyak. Batas negara seolah tiada lagi. Kamu bisa pergi berkeliling dunia tanpa menggunakan paspor. Sejuta manfaat dapat kamu dapatkan bila kamu berinternet secara sehat.
-
Firefox OS, "Pesaing" Android dari Mozilla
Firefox OS merupakan penamaan ulang dari proyek "Boot to Gecko" (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka dari Mozilla. Proyek B2G diumumkan Mozilla pada 25 Juli 2011 lalu.
-
Mau internet sehat? Coba DNS dari Google
Internet adalah salah satu kebutuhan pokok bagi beberapa orang, terutama orang-orang yang bekerja dengan menggunakan komputer.Dengan fasilitas internet, kita dapat mengakses aneka informasi dari dunia maya yang tanpa batasan.
-
Efek Dilatasi Waktu di Film "INTERSTELLAR"
udah ada yang nonton film INTERSTELLAR?? itu loh... film yang menceritakan tentang Manusia yang mencari planet yang bisa dihuni karena Bumi udah gak bisa di tinggali lagi karena kerusakan ekologi yang udah kelewat "kebacut" (keterlaluan).
Efek Dilatasi Waktu di Film "INTERSTELLAR" (Agak Spoiler :3)
Posted by Unknown
Senin, 24 November 2014
udah ada
yang nonton film INTERSTELLAR?? itu loh... film yang menceritakan
tentang Manusia yang mencari planet yang bisa dihuni karena Bumi udah
gak bisa di tinggali lagi karena kerusakan ekologi yang udah kelewat
"kebacut" (keterlaluan).
Film ini membuat gua hanyut dalam moment-moment menegangkan dalam perjalanan manusia untuk mengeksplorasi alam semesta yang penuh dengan misteri. Dari mulai saat pertama kali manusia masuk ke wormhole, menembus jarak jutaan tahun cahaya yang jauhnya masya allah.. Kemudian penerapan cryosleep-system yang memungkinkan manusia memperlambat metabolisme tubuh-nya agar bisa menembus batas usia normal. Upaya manusia mencari kemungkinan apakah masih ada tempat di sudut galaxy lain yang cukup kondusif untuk menjadi rumah baru bagi manusia. Sampai gimana usaha para fisikawan teori untuk menggenapi rumus gravitasi (gabungan mekanika quantum dengan teori relativitas, disebut juga quantum gravity) agar manusia dapat menciptakan koloni ruang angkasa. Semua hal itu bikin gua bener-bener larut dalam ceritanya sampai merinding.
Cuma sayangnya, perasaan takjub yang gua alami waktu nonton itu, gak bisa dirasakan oleh semua penonton di bioskop. Kalo gua perhatiin, gak sedikit penonton yang ninggalin bioskop di tengah-tengah pemutaran film ini, ada sebagian yang gua liat malah tidur dengan pulas, bahkan orang yang duduk di sebelah gua ampe nyeletuk ke temennya "sumpah aku gak ngerti iki film opoooo :v iki arep lapo seh? (sumpah gua gak ngerti ini film apaan. ini mau ngapain seh?". Sepulangnya abis nonton, gua penasaran sama reaksi orang-orang di twitter yang udah nonton interstellar, ternyata hal itu gak terjadi di ruang bioskop gue aja.

Buat lo yang udah nonton filmnya, apakah lo mengalami kesulitan juga untuk ngerti jalan ceritanya? Okay, emang harus gua akui, film interstellar ini gak akan bisa lo nikmatin sejauh mana kerennya kalo lo gak paham tentang prinsip-prinsip dasar fisika modern dan biokimia. Ada banyak konsep fisika modern yang menjadi dasar dari plot cerita, seperti konsep relativitas umum Einstein yang menerangkan tentang konsep dilatasi waktu, intra-universe wormhole, kemudian konsep hawking radiation dalam blackhole, cryonic suspension, dan sedikit pemahaman biokimia dasar.
"Widih, berat banget dong yah filmnya? Gua mana bisa paham ceritanya kalo harus ngerti konsep fisika yang serumit itu?"
Sebetulnya gak seserem itu juga kok, beberapa istilah yang gua sebut di atas sebetulnya gak terlalu berat-berat banget kalo lo tau konsep dasarnya, apalagi kalo target lo cuma untuk sekedar paham jalan cerita film Interstellar. Gue sendiri sebetulnya gak mendalami fisika secara mendalam. jujur, di SMK gua (sekarang gua masih SMK :v) IPA Fisika cuman dikit diajarin, gak kayak SMA. Tapi, gua agak sedikit-banyak baca beberapa buku sains populer + nonton film-film dokumenter sains dan film-film Sci-Fi buat ngisi waktu. jadi ya, dengan ilmu yang lumayan itu gua bisa ngerti jalan cerita Interstellar ini whehe :v
Dengan ngeliat banyaknya yang curhat di social media karena gak ngerti film Interstellar, bikin gregetan sendiri. Rasanya kok sayang banget cuma gara-gara gak paham pengetahuan dasar sains populer, terus lo malah gak bisa nikmatin film sekeren Interstellar secara total. akhirnya nyari-nyari thread di KasKus tentang penjelasan ini semua, dan alhamdulillah nya ketemu :v langsung ijin repost :3
Nah, setelah gua coba sempet nanyain ke beberapa temen, dari sekian banyak hal yang bikin mereka gak ngerti film Interstellar, ternyata yang paling sering bikin mereka bingung dan gak ngerti sama film-nya itu adalah konsep dilatasi waktu.
Kenapa waktu Cooper menjalankan misinya di luar angkasa, orang di Bumi cepet banget jadi tua, sementara Cooper dan astronot yang lain gak nambah tua?
Masih inget sebelum ninggalin bumi, Cooper cerita ke putrinya si Murphy, kalo kemungkinan pada saat dia kembali, umur mereka jadi sama. Terus si Cooper ngasih jam ke si Murphy buat dicocokin berapa selisih waktunya begitu kelak nanti dia kembali ke Bumi. Nah, mungkin lo mikir ini si Cooper lagi mabok atau gimana kok bisa ngomongnya ngelindur kayak gitu.
Sampai akhirnya ada adegan di Planet Miller, itu lho yang planet isinya aer semua terus ada tsunami gede. Misi mereka di planet itu adalah ngikutin sinyal koordinat yang ditinggalin astronot sebelumnya untuk dapetin data buat nyari tau apakah planet itu bisa ditinggalin atau nggak. Nah, begitu para astronot itu masuk ke atmosfer planet Miller, mendadak nuansanya jadi tegang. Cooper ampe bilang mereka harus kerja secepat mungkin dan gak boleh buang-buang waktu karena 1 jam di Planet Miller = 7 tahun di bumi. Sayangnya gara-gara kena tsunami, pesawat mereka butuh waktu cukup lama untuk ngeringin mesin sebelum akhirnya balik ke pesawat induk.
Abis mereka balik ke pesawat induk Endurance, mereka ngeliat si Romilly (awak yang tinggal di pesawat induk) tiba2 udah jadi tua, terus Cooper dapet banyak pesan video dari bumi selama 23 tahun sampai si Murphy (anak ceweknya Cooper) umurnya udah sama dengan Cooper. Lho kok bisa gitu yah? Emang beneran bisa gitu?

Yup, hal ini emang udah terbukti dalam fisika modern baik secara teoritis maupun secara pengamatan, namanya dilatasi waktu. Konsep ini didasarkan pada teori relativitas khusus Einstein yang menjelaskan bahwa waktu bersifat relatif berdasarkan acuan pengamatan, dan satu-satunya yang kecepatan yang konstan dari pengamatan adalah kecepatan cahaya. Dalam illustrasinya Einstein secara singkat menjelaskan bahwa jika ada sepasang anak kembar, katakanlah bernama Habibi sama Julian, terus misalnya si Habibi berangkat ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa yang sangat cepat hingga mendekati kecepatan cahaya lalu kembali ke bumi setelah setelah beberapa jam di luar angkasa. Pada saat mereka ketemu, waktu di bumi udah berjalan bertahun-tahun sehingga umur si Julian yang tinggal di bumi jadi jauh lebih tua daripada Habibi.
Eit jangan nyerah dulu gitu dong. Emang konsep waktu dilatasi ini susah dibayangkan karena kita udah terbiasa sehari-hari mengalami waktu yang (seakan-akan) konstan, baik lo yang ada di ujung dunia manapun, satu detik ya berasanya satu detik. Jadi emang wajar aja kalo kita sebagai manusia yang hidup pada "ekosistem" yang sama jadi sulit buat ngebayangin waktu yang relatif itu. Tapi walaupun sulit buat dibayangin, kita tetep bisa coba paham konsep waktu yang relatif dengan penurunan rumus yang sederhana kok. Yuk kita coba sama-sama telusuri konsep yang kesannya ajaib ini dengan pemahaman rasional kita.

Okay, lo masih inget kan jam tangan yang dikasih Cooper ke Murphy yang jadi indikator perbedaan waktu antara mereka. Nah, sekarang coba lo bayangin kalo jam tangan analog itu diganti dengan sebuah alat indikator waktu yang lebih bisa dibayangin secara matematis, yang gua kita namain aja sebagai jam cahaya. Apaan tuh jam cahaya? Jadi gini, lo pernah gak ada di dalem lift yang cermin-nya saling berhadapan? jadinya pantulan bayangan lo saling mantul sampe lo bisa ngeliat bayangan lo jadi banyak banget. Bayangan lo itu sebetulnya refleksi dari cahaya yang saling mantul antar kedua cermin dengan kecepatan cahaya = 299.792.458 m/s. Ya jelas mata lo gak bisa nangkep perubahan yang terjadi karena hal itu berlangsung secepat kecepatan cahaya jadinya keliatannya bayangan lo mantul seolah-olah sampai tak hingga.
Okay, lo masih inget kan jam tangan yang dikasih Cooper ke Murphy yang jadi indikator perbedaan waktu antara mereka. Nah, sekarang coba lo bayangin kalo jam tangan analog itu diganti dengan sebuah alat indikator waktu yang lebih bisa dibayangin secara matematis, yang gua kita namain aja sebagai jam cahaya. Apaan tuh jam cahaya? Jadi gini, lo pernah gak ada di dalem lift yang cermin-nya saling berhadapan? jadinya pantulan bayangan lo saling mantul sampe lo bisa ngeliat bayangan lo jadi banyak banget. Bayangan lo itu sebetulnya refleksi dari cahaya yang saling mantul antar kedua cermin dengan kecepatan cahaya = 299.792.458 m/s. Ya jelas mata lo gak bisa nangkep perubahan yang terjadi karena hal itu berlangsung secepat kecepatan cahaya jadinya keliatannya bayangan lo mantul seolah-olah sampai tak hingga.
Nah sekarang lo bayangin kalo yang gua maksud dengan jam cahaya itu adalah alat kecil sederhana berupa 2 cermin yang saling berhadapan satu sama lain, terus alat itu juga punya semacam sensor yang bisa ngitung berapa kali partikel cahaya (photon) memantul pada jam tersebut. Kenapa gua replace jam tangan analog dengan jam cahaya? Soalnya balik lagi ke postulat relativitas Einstein bahwa kecepatan cahaya itu konstan, jadi pastinya jauh lebih akurat dan enak buat dibayangin. Nah, sekarang dengan jam cahaya itu, kita bisa ngitung satuan durasi waktu dengan menghitung berapa kali partikel cahaya mantul dalam alat tersebut.
Sekarang bayangin kalo Murphy sama Cooper masing-masing membawa jam cahaya yang sama. Buat lebih gampang bayanginnya, kita asumsikan mereka gak terpisah ke luar angkasa, tapi cuma terpisah dari Gubeng ke Wonokromo aja. Nah lo bayangin Cooper sama Murphy masing-masing pegang jam cahaya tersebut, cuman si Murphy berdiri dalam kondisi diam di peron stasiun kereta api Gubeng, sementara Cooper naik kereta menuju Wonokromo.
Pada jam cahaya si Murphy yang cuma bengong di depan stasiun (gak ikut naik kereta), kita akan melihat jam cahaya berfungsi seperti normal, partikel cahaya mantul vertikal ke atas dan ke bawah dengan jumlah tergantung berapa jarak kedua cermin itu.

Sementara jam cahaya punya si Cooper ikut bergerak bersama dengan kereta dengan kecepatan konstan. Maka pantulan partikel cahaya tidak bergerak cuma vertikal ke atas ke bawah, melainkan membentuk sudut diagonal. Coba lo bayangin deh kayak gif animasi di bawah ini.

Dengan ngeliat bentuk lintasan cahaya, kita sudah bisa ngeliat kalo durasi satuan waktu Cooper gak sama dengan Murphy, karena partikel cahaya pada jam cahaya Cooper harus bergerak lebih jauh daripada jam milik Murphy.


Nah, itu kasusnya kalo Cooper naik kereta, sekarang kalo Cooper naik benda yang lebih cepet bergerak (misalnya pesawat luar angkasa), maka semakin kecil sudut BAC (lihat gambar di atas), artinya semakin jauh jarak yang harus ditempuh partikel cahaya untuk menyelesaikan satu kali pantulan. Nah sekarang kita coba yuk itung sama-sama berapa banyak sih bedanya waktu antara Cooper sama Murphy dengan nurunin rumus fisika sederhana.
c — kecepatan pergerakan partikel cahaya = (1,08×109 km/jam)
v — kecepatan pergerakan jam cahaya (kecepatan kendaraan Cooper)
h — jarak 2 cermin dalam jam cahaya (jarak B ke C)
d — jarak yang ditempuh cahaya untuk acuan bergerak (jarak A ke B)
x — jarak yang ditempuh jam cahaya dalam kondisi bergerak (jarak A ke C)
tA — satu satuan waktu untuk acuan jam si Murphy (yang diem)
tB — satu satuan waktu untuk acuan jam si Cooper (yang gerak)
Perlu diingat rumus dasar kecepatan.

Asumsi dasar: "kita sepakatin dulu kalo satu satuan waktu pada jam cahaya dihitung mulai saat partikel cahaya meninggalkan cermin yang bawah, kena cermin atas, terus mantul balik lagi ke cermin yang bawah."
Karena kecepatan partikel cahaya (c) dan jarak cermin-nya itu (h), kita bisa jadiin rumus satu satuan waktu untuk jam si Murphy (tA). Inget yah satuan waktunya itu kalo udah mantul baik ke bawah, jadi itungannya 2x

Nah sekarang untuk mengetahui nilai satu satuan waktu pada jam bergerak (tB), kita perlu tahu jarak yang ditempuh cahaya (d). Caranya gimana? gampang, pake aja konsep pythagoras.

Dengan nilai d diketahui, kita masukin ke satu satuan waktu untuk jam si Cooper yang bergerak (tB).

Kita coba sederhanakan dengan cara kuadratkan kedua sisi-nya dulu yah...

Nah sekarang tinggal susun ulang deh persamaan supaya tB waktu si Cooper di satu sisi dan tA waktu si Murphy di sisi yang lain.

Eng ing eng! Akhirnya kita dapet deh persamaan rumus yang nyambungin sejauh mana perbedaan waktu relatif yang dialami Cooper sama waktu yang dialami Murphy. Nah, rumus ini sebenarnya dikenal juga dengan nama transformasi Lorentz. Bentuk yang lebih bekennya disebut dengan faktor lorentz seperti yang lo bisa lihat di bawah ini.

Kenapa gua nggak langsung ngasih aja rumusnya dari tadi? Ya gua sengaja supaya lo ikut terlibat juga dalam proses pembuktian konsep dilatasi waktu. Ternyata cuma dengan konsep antara kecepatan, jarak, dan waktu, kita bisa sampai mendapatkan rumus perbandingan waktu relatif. Jauh lebih puas kan rasanya kalo kita bisa ngebuktiin rumus sendiri?
Terus gimana nih nerapin rumus itu buat ngejelasin perbedaan waktu antara Cooper sama Murphy?
Gini, sekarang kita anggep aja pertama si Cooper naik pesawat luar angkasa dengan kecepatan 3.000 kilometer/detik. Nah kita ketahui kalo satuan kecepatan cahaya itu tetap yaitu c = 299.792,458 kilometer/detik. Maksudnya kalo dimasukin ke rumus faktor lorentz di atas, maka kita dapet faktor Lorentznya adalah 1,00005. Terus apa artinya nih Faktor Lorentz? Artinya berdasarkan pengamatan si Murphy, dia akan melihat bahwa jam cahaya si Cooper akan bergerak 1,00005 kali lebih lambat.
"Hah cuma segitu? Ya elah dikit amat, kaga ngaruh kalo cuma segitu sih!"
Ya emang kalo kecepatannya cuma 3.000km/sec sih gak kerasa, tapi gimana kalo kecepatannya bisa sampai mendekati kecepatan cahaya Nah, sekarang kalo lo coba inget-inget lagi filmnya, si Cooper masuk ke atmosfer planet Miller yang ceritanya itu planet lagi ngikutin rotasi blackhole Gargantua dengan kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya. Di filmnya sendiri, seinget gua gak disebutin planet Miller gerak berapa % kecepatan cahaya, tapi yang jelas kalo diketahui berapa kecepatan planet itu, bisa lo itung dengan rumus yang tadi baru aja kita dapetin. Buat lebih jelasnya lo bisa lihat tabel di bawah ini.

Nah, sekarang lo paham kan kalo semakin cepat Miller bergerak relatif terhadap pengamatan Murphy, maka akan semakin lambat jam Cooper dilihat dari acuan Murphy. Pada 99.99% kecepatan cahaya, jam cahaya Murphy sudah mantul sebanyak 70 kali, sedangkan jam cahaya si Cooper baru mantul 1 kali. Kalo Cooper bergerak dengan kecepatan ini secara konstan selama 1 tahun (waktu acuan Cooper), waktu yang berlalu di bumi tempat si Murphy udah berjalan 70 tahun. Nah sekarang lo beneran paham kan kenapa waktu balik ke bumi si Murphy udah tua renta sementara si Cooper masih kelihatan nampak muda? Karena pada kenyataannya, waktu itu gak seperti yang kita bayangkan cuma berjalan lurus dan berlaku dimanapun. Waktu itu relatif, massa itu relatif, dan jarak itu relatif, satu-satunya yang konstan adalah kecepatan cahaya. Itulah cara alam semesta ini bekerja, walau terkesan gak masuk akal bagi kita manusia, perlu kita sadari bahwa itu disebabkan karena pengamatan indrawi kita juga terbatas, dan bias pengamatan karena kita terbiasa dengan kondisi penalaran ruang dan waktu yang linear.

Sekarang dengan lo menelusuri secara langsung konsep fisikanya, lo gak akan cuma bisa sekedar ngomong sotoy "oh gua ngerti kenapa si murphy jadi tambah tua daripada Cooper, itu karena konsep dilatasi waktu dan relativitas khusus kan?". Tapi lo sekarang bener-bener paham konsepnya, bener-bener masuk ke otak lo, dan bahkan sekarang lo juga bisa ngebuktiin sendiri konsepnya secara matematis.
Sebetulnya efek dilatasi waktu di film interstellar disebabkan oleh dua hal, pertama karena tarikan gravitasi blackhole yang sangat kuat (relativitas umum), yang kedua karena planet miller itu ditarik oleh pusaran supermassive spinning blackhole yang berotasi dengan kecepatan 99,8℅ dari kecepatan cahaya. Nah, konsep dilatasi waktu yang gue jelasin di sini cuma bagian relativitas khususnya aja, yaitu dilatasi waktu yang disebabkan planet miller ikut masuk ke pusaran blackhole yang berotasi sangat cepat sampai bergerak mendekati kecepatan cahaya. Sementara itu untuk bagian relativitas umumnya, nggak kita bahas di sini.
Okay, secara matematis di atas kertas emang bisa dibuktikan, tapi emang secara pengamatan konsep dilatasi waktu ini beneran kejadian di dunia nyata?
Yup, pada tahun 1971, dua orang ahli fisika dan astronom bernama Joseph C. Hafele dan Richard E. Keating melakukan percobaan yang kurang lebih mirip dengan illustrasi gua di atas, nama percobaannya diambil dari nama mereka yaitu Hafele-Keating experiment. Mereka menggunakan 2 cesium-beam atomic clocks (jam dalam skala atom yang sangat presisi) lalu masing-masing dibawa oleh pesawat komersil mengelilingi dunia 2x, yang satu menuju ke arah timur, satu lagi ke arah barat. Setelah dicocokan, ternyata terdapat perbedaan waktu antara kedua jam tersebut.
Yang mana yang gap waktu-nya lebih besar? Tentu aja gap waktu lebih besar pada pesawat yang ke arah barat karena kita di bumi sebagai pengamat juga gak berada dalam kondisi statis, melainkan (bumi) berotasi dari barat ke timur pada sumbunya.

Tentu perbedaannya gak terlalu besar (karena pesawat komersil masih jauh lebih lambat dari kecepatan cahaya), jadi perbedaannya cuma dalam skala nano-second. Cuma dalam skala atomic level, perbedaan itu sudah bisa membuktikan bahwa konsep dilatasi waktu yang relatif adalah benar-benar terjadi secara nyata.
Salah satu contoh lain yang mungkin lebih bisa lo bayangin adalah satelit GPS yang ngirim sinyal ke smartphone kamu supaya bisa ngebuka google map. Satelit-satelit GPS yang berada di atas atmosfir bergerak dengan kecepatan tinggi, jadi ada dilatasi waktu yang dialami satelit tersebut. Makanya waktu ngirim sinyal, perlu ada sedikit kalibrasi/adjustment yang memperhitungkan faktor dilatasi waktu, supaya pengiriman sinyal GPS tetap akurat diamati oleh kita yang ada di bumi.
Film ini membuat gua hanyut dalam moment-moment menegangkan dalam perjalanan manusia untuk mengeksplorasi alam semesta yang penuh dengan misteri. Dari mulai saat pertama kali manusia masuk ke wormhole, menembus jarak jutaan tahun cahaya yang jauhnya masya allah.. Kemudian penerapan cryosleep-system yang memungkinkan manusia memperlambat metabolisme tubuh-nya agar bisa menembus batas usia normal. Upaya manusia mencari kemungkinan apakah masih ada tempat di sudut galaxy lain yang cukup kondusif untuk menjadi rumah baru bagi manusia. Sampai gimana usaha para fisikawan teori untuk menggenapi rumus gravitasi (gabungan mekanika quantum dengan teori relativitas, disebut juga quantum gravity) agar manusia dapat menciptakan koloni ruang angkasa. Semua hal itu bikin gua bener-bener larut dalam ceritanya sampai merinding.
Cuma sayangnya, perasaan takjub yang gua alami waktu nonton itu, gak bisa dirasakan oleh semua penonton di bioskop. Kalo gua perhatiin, gak sedikit penonton yang ninggalin bioskop di tengah-tengah pemutaran film ini, ada sebagian yang gua liat malah tidur dengan pulas, bahkan orang yang duduk di sebelah gua ampe nyeletuk ke temennya "sumpah aku gak ngerti iki film opoooo :v iki arep lapo seh? (sumpah gua gak ngerti ini film apaan. ini mau ngapain seh?". Sepulangnya abis nonton, gua penasaran sama reaksi orang-orang di twitter yang udah nonton interstellar, ternyata hal itu gak terjadi di ruang bioskop gue aja.
Buat lo yang udah nonton filmnya, apakah lo mengalami kesulitan juga untuk ngerti jalan ceritanya? Okay, emang harus gua akui, film interstellar ini gak akan bisa lo nikmatin sejauh mana kerennya kalo lo gak paham tentang prinsip-prinsip dasar fisika modern dan biokimia. Ada banyak konsep fisika modern yang menjadi dasar dari plot cerita, seperti konsep relativitas umum Einstein yang menerangkan tentang konsep dilatasi waktu, intra-universe wormhole, kemudian konsep hawking radiation dalam blackhole, cryonic suspension, dan sedikit pemahaman biokimia dasar.
"Widih, berat banget dong yah filmnya? Gua mana bisa paham ceritanya kalo harus ngerti konsep fisika yang serumit itu?"
Sebetulnya gak seserem itu juga kok, beberapa istilah yang gua sebut di atas sebetulnya gak terlalu berat-berat banget kalo lo tau konsep dasarnya, apalagi kalo target lo cuma untuk sekedar paham jalan cerita film Interstellar. Gue sendiri sebetulnya gak mendalami fisika secara mendalam. jujur, di SMK gua (sekarang gua masih SMK :v) IPA Fisika cuman dikit diajarin, gak kayak SMA. Tapi, gua agak sedikit-banyak baca beberapa buku sains populer + nonton film-film dokumenter sains dan film-film Sci-Fi buat ngisi waktu. jadi ya, dengan ilmu yang lumayan itu gua bisa ngerti jalan cerita Interstellar ini whehe :v
Dengan ngeliat banyaknya yang curhat di social media karena gak ngerti film Interstellar, bikin gregetan sendiri. Rasanya kok sayang banget cuma gara-gara gak paham pengetahuan dasar sains populer, terus lo malah gak bisa nikmatin film sekeren Interstellar secara total. akhirnya nyari-nyari thread di KasKus tentang penjelasan ini semua, dan alhamdulillah nya ketemu :v langsung ijin repost :3
Nah, setelah gua coba sempet nanyain ke beberapa temen, dari sekian banyak hal yang bikin mereka gak ngerti film Interstellar, ternyata yang paling sering bikin mereka bingung dan gak ngerti sama film-nya itu adalah konsep dilatasi waktu.
Kenapa waktu Cooper menjalankan misinya di luar angkasa, orang di Bumi cepet banget jadi tua, sementara Cooper dan astronot yang lain gak nambah tua?
Masih inget sebelum ninggalin bumi, Cooper cerita ke putrinya si Murphy, kalo kemungkinan pada saat dia kembali, umur mereka jadi sama. Terus si Cooper ngasih jam ke si Murphy buat dicocokin berapa selisih waktunya begitu kelak nanti dia kembali ke Bumi. Nah, mungkin lo mikir ini si Cooper lagi mabok atau gimana kok bisa ngomongnya ngelindur kayak gitu.
Sampai akhirnya ada adegan di Planet Miller, itu lho yang planet isinya aer semua terus ada tsunami gede. Misi mereka di planet itu adalah ngikutin sinyal koordinat yang ditinggalin astronot sebelumnya untuk dapetin data buat nyari tau apakah planet itu bisa ditinggalin atau nggak. Nah, begitu para astronot itu masuk ke atmosfer planet Miller, mendadak nuansanya jadi tegang. Cooper ampe bilang mereka harus kerja secepat mungkin dan gak boleh buang-buang waktu karena 1 jam di Planet Miller = 7 tahun di bumi. Sayangnya gara-gara kena tsunami, pesawat mereka butuh waktu cukup lama untuk ngeringin mesin sebelum akhirnya balik ke pesawat induk.
Abis mereka balik ke pesawat induk Endurance, mereka ngeliat si Romilly (awak yang tinggal di pesawat induk) tiba2 udah jadi tua, terus Cooper dapet banyak pesan video dari bumi selama 23 tahun sampai si Murphy (anak ceweknya Cooper) umurnya udah sama dengan Cooper. Lho kok bisa gitu yah? Emang beneran bisa gitu?
Yup, hal ini emang udah terbukti dalam fisika modern baik secara teoritis maupun secara pengamatan, namanya dilatasi waktu. Konsep ini didasarkan pada teori relativitas khusus Einstein yang menjelaskan bahwa waktu bersifat relatif berdasarkan acuan pengamatan, dan satu-satunya yang kecepatan yang konstan dari pengamatan adalah kecepatan cahaya. Dalam illustrasinya Einstein secara singkat menjelaskan bahwa jika ada sepasang anak kembar, katakanlah bernama Habibi sama Julian, terus misalnya si Habibi berangkat ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa yang sangat cepat hingga mendekati kecepatan cahaya lalu kembali ke bumi setelah setelah beberapa jam di luar angkasa. Pada saat mereka ketemu, waktu di bumi udah berjalan bertahun-tahun sehingga umur si Julian yang tinggal di bumi jadi jauh lebih tua daripada Habibi.
"Lho kok bisa gitu? Tetep gak masuk akal banget buat gue. Apa gue harus sejenius Einstein dulu baru bisa ngerti? Wah otak gua gak nyampe dong kalo gitu, ya udah deh terima2 aja deh.."
Eit jangan nyerah dulu gitu dong. Emang konsep waktu dilatasi ini susah dibayangkan karena kita udah terbiasa sehari-hari mengalami waktu yang (seakan-akan) konstan, baik lo yang ada di ujung dunia manapun, satu detik ya berasanya satu detik. Jadi emang wajar aja kalo kita sebagai manusia yang hidup pada "ekosistem" yang sama jadi sulit buat ngebayangin waktu yang relatif itu. Tapi walaupun sulit buat dibayangin, kita tetep bisa coba paham konsep waktu yang relatif dengan penurunan rumus yang sederhana kok. Yuk kita coba sama-sama telusuri konsep yang kesannya ajaib ini dengan pemahaman rasional kita.
Okay, lo masih inget kan jam tangan yang dikasih Cooper ke Murphy yang jadi indikator perbedaan waktu antara mereka. Nah, sekarang coba lo bayangin kalo jam tangan analog itu diganti dengan sebuah alat indikator waktu yang lebih bisa dibayangin secara matematis, yang gua kita namain aja sebagai jam cahaya. Apaan tuh jam cahaya? Jadi gini, lo pernah gak ada di dalem lift yang cermin-nya saling berhadapan? jadinya pantulan bayangan lo saling mantul sampe lo bisa ngeliat bayangan lo jadi banyak banget. Bayangan lo itu sebetulnya refleksi dari cahaya yang saling mantul antar kedua cermin dengan kecepatan cahaya = 299.792.458 m/s. Ya jelas mata lo gak bisa nangkep perubahan yang terjadi karena hal itu berlangsung secepat kecepatan cahaya jadinya keliatannya bayangan lo mantul seolah-olah sampai tak hingga.
Okay, lo masih inget kan jam tangan yang dikasih Cooper ke Murphy yang jadi indikator perbedaan waktu antara mereka. Nah, sekarang coba lo bayangin kalo jam tangan analog itu diganti dengan sebuah alat indikator waktu yang lebih bisa dibayangin secara matematis, yang gua kita namain aja sebagai jam cahaya. Apaan tuh jam cahaya? Jadi gini, lo pernah gak ada di dalem lift yang cermin-nya saling berhadapan? jadinya pantulan bayangan lo saling mantul sampe lo bisa ngeliat bayangan lo jadi banyak banget. Bayangan lo itu sebetulnya refleksi dari cahaya yang saling mantul antar kedua cermin dengan kecepatan cahaya = 299.792.458 m/s. Ya jelas mata lo gak bisa nangkep perubahan yang terjadi karena hal itu berlangsung secepat kecepatan cahaya jadinya keliatannya bayangan lo mantul seolah-olah sampai tak hingga.
Nah sekarang lo bayangin kalo yang gua maksud dengan jam cahaya itu adalah alat kecil sederhana berupa 2 cermin yang saling berhadapan satu sama lain, terus alat itu juga punya semacam sensor yang bisa ngitung berapa kali partikel cahaya (photon) memantul pada jam tersebut. Kenapa gua replace jam tangan analog dengan jam cahaya? Soalnya balik lagi ke postulat relativitas Einstein bahwa kecepatan cahaya itu konstan, jadi pastinya jauh lebih akurat dan enak buat dibayangin. Nah, sekarang dengan jam cahaya itu, kita bisa ngitung satuan durasi waktu dengan menghitung berapa kali partikel cahaya mantul dalam alat tersebut.
Sekarang bayangin kalo Murphy sama Cooper masing-masing membawa jam cahaya yang sama. Buat lebih gampang bayanginnya, kita asumsikan mereka gak terpisah ke luar angkasa, tapi cuma terpisah dari Gubeng ke Wonokromo aja. Nah lo bayangin Cooper sama Murphy masing-masing pegang jam cahaya tersebut, cuman si Murphy berdiri dalam kondisi diam di peron stasiun kereta api Gubeng, sementara Cooper naik kereta menuju Wonokromo.
Pada jam cahaya si Murphy yang cuma bengong di depan stasiun (gak ikut naik kereta), kita akan melihat jam cahaya berfungsi seperti normal, partikel cahaya mantul vertikal ke atas dan ke bawah dengan jumlah tergantung berapa jarak kedua cermin itu.

Sementara jam cahaya punya si Cooper ikut bergerak bersama dengan kereta dengan kecepatan konstan. Maka pantulan partikel cahaya tidak bergerak cuma vertikal ke atas ke bawah, melainkan membentuk sudut diagonal. Coba lo bayangin deh kayak gif animasi di bawah ini.

Dengan ngeliat bentuk lintasan cahaya, kita sudah bisa ngeliat kalo durasi satuan waktu Cooper gak sama dengan Murphy, karena partikel cahaya pada jam cahaya Cooper harus bergerak lebih jauh daripada jam milik Murphy.


Nah, itu kasusnya kalo Cooper naik kereta, sekarang kalo Cooper naik benda yang lebih cepet bergerak (misalnya pesawat luar angkasa), maka semakin kecil sudut BAC (lihat gambar di atas), artinya semakin jauh jarak yang harus ditempuh partikel cahaya untuk menyelesaikan satu kali pantulan. Nah sekarang kita coba yuk itung sama-sama berapa banyak sih bedanya waktu antara Cooper sama Murphy dengan nurunin rumus fisika sederhana.
c — kecepatan pergerakan partikel cahaya = (1,08×109 km/jam)
v — kecepatan pergerakan jam cahaya (kecepatan kendaraan Cooper)
h — jarak 2 cermin dalam jam cahaya (jarak B ke C)
d — jarak yang ditempuh cahaya untuk acuan bergerak (jarak A ke B)
x — jarak yang ditempuh jam cahaya dalam kondisi bergerak (jarak A ke C)
tA — satu satuan waktu untuk acuan jam si Murphy (yang diem)
tB — satu satuan waktu untuk acuan jam si Cooper (yang gerak)
Perlu diingat rumus dasar kecepatan.
Asumsi dasar: "kita sepakatin dulu kalo satu satuan waktu pada jam cahaya dihitung mulai saat partikel cahaya meninggalkan cermin yang bawah, kena cermin atas, terus mantul balik lagi ke cermin yang bawah."
Karena kecepatan partikel cahaya (c) dan jarak cermin-nya itu (h), kita bisa jadiin rumus satu satuan waktu untuk jam si Murphy (tA). Inget yah satuan waktunya itu kalo udah mantul baik ke bawah, jadi itungannya 2x
Nah sekarang untuk mengetahui nilai satu satuan waktu pada jam bergerak (tB), kita perlu tahu jarak yang ditempuh cahaya (d). Caranya gimana? gampang, pake aja konsep pythagoras.
Dengan nilai d diketahui, kita masukin ke satu satuan waktu untuk jam si Cooper yang bergerak (tB).
Kita coba sederhanakan dengan cara kuadratkan kedua sisi-nya dulu yah...
Nah sekarang tinggal susun ulang deh persamaan supaya tB waktu si Cooper di satu sisi dan tA waktu si Murphy di sisi yang lain.
Eng ing eng! Akhirnya kita dapet deh persamaan rumus yang nyambungin sejauh mana perbedaan waktu relatif yang dialami Cooper sama waktu yang dialami Murphy. Nah, rumus ini sebenarnya dikenal juga dengan nama transformasi Lorentz. Bentuk yang lebih bekennya disebut dengan faktor lorentz seperti yang lo bisa lihat di bawah ini.
Kenapa gua nggak langsung ngasih aja rumusnya dari tadi? Ya gua sengaja supaya lo ikut terlibat juga dalam proses pembuktian konsep dilatasi waktu. Ternyata cuma dengan konsep antara kecepatan, jarak, dan waktu, kita bisa sampai mendapatkan rumus perbandingan waktu relatif. Jauh lebih puas kan rasanya kalo kita bisa ngebuktiin rumus sendiri?
Terus gimana nih nerapin rumus itu buat ngejelasin perbedaan waktu antara Cooper sama Murphy?
Gini, sekarang kita anggep aja pertama si Cooper naik pesawat luar angkasa dengan kecepatan 3.000 kilometer/detik. Nah kita ketahui kalo satuan kecepatan cahaya itu tetap yaitu c = 299.792,458 kilometer/detik. Maksudnya kalo dimasukin ke rumus faktor lorentz di atas, maka kita dapet faktor Lorentznya adalah 1,00005. Terus apa artinya nih Faktor Lorentz? Artinya berdasarkan pengamatan si Murphy, dia akan melihat bahwa jam cahaya si Cooper akan bergerak 1,00005 kali lebih lambat.
"Hah cuma segitu? Ya elah dikit amat, kaga ngaruh kalo cuma segitu sih!"
Ya emang kalo kecepatannya cuma 3.000km/sec sih gak kerasa, tapi gimana kalo kecepatannya bisa sampai mendekati kecepatan cahaya Nah, sekarang kalo lo coba inget-inget lagi filmnya, si Cooper masuk ke atmosfer planet Miller yang ceritanya itu planet lagi ngikutin rotasi blackhole Gargantua dengan kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya. Di filmnya sendiri, seinget gua gak disebutin planet Miller gerak berapa % kecepatan cahaya, tapi yang jelas kalo diketahui berapa kecepatan planet itu, bisa lo itung dengan rumus yang tadi baru aja kita dapetin. Buat lebih jelasnya lo bisa lihat tabel di bawah ini.
Nah, sekarang lo paham kan kalo semakin cepat Miller bergerak relatif terhadap pengamatan Murphy, maka akan semakin lambat jam Cooper dilihat dari acuan Murphy. Pada 99.99% kecepatan cahaya, jam cahaya Murphy sudah mantul sebanyak 70 kali, sedangkan jam cahaya si Cooper baru mantul 1 kali. Kalo Cooper bergerak dengan kecepatan ini secara konstan selama 1 tahun (waktu acuan Cooper), waktu yang berlalu di bumi tempat si Murphy udah berjalan 70 tahun. Nah sekarang lo beneran paham kan kenapa waktu balik ke bumi si Murphy udah tua renta sementara si Cooper masih kelihatan nampak muda? Karena pada kenyataannya, waktu itu gak seperti yang kita bayangkan cuma berjalan lurus dan berlaku dimanapun. Waktu itu relatif, massa itu relatif, dan jarak itu relatif, satu-satunya yang konstan adalah kecepatan cahaya. Itulah cara alam semesta ini bekerja, walau terkesan gak masuk akal bagi kita manusia, perlu kita sadari bahwa itu disebabkan karena pengamatan indrawi kita juga terbatas, dan bias pengamatan karena kita terbiasa dengan kondisi penalaran ruang dan waktu yang linear.

Sekarang dengan lo menelusuri secara langsung konsep fisikanya, lo gak akan cuma bisa sekedar ngomong sotoy "oh gua ngerti kenapa si murphy jadi tambah tua daripada Cooper, itu karena konsep dilatasi waktu dan relativitas khusus kan?". Tapi lo sekarang bener-bener paham konsepnya, bener-bener masuk ke otak lo, dan bahkan sekarang lo juga bisa ngebuktiin sendiri konsepnya secara matematis.
Sebetulnya efek dilatasi waktu di film interstellar disebabkan oleh dua hal, pertama karena tarikan gravitasi blackhole yang sangat kuat (relativitas umum), yang kedua karena planet miller itu ditarik oleh pusaran supermassive spinning blackhole yang berotasi dengan kecepatan 99,8℅ dari kecepatan cahaya. Nah, konsep dilatasi waktu yang gue jelasin di sini cuma bagian relativitas khususnya aja, yaitu dilatasi waktu yang disebabkan planet miller ikut masuk ke pusaran blackhole yang berotasi sangat cepat sampai bergerak mendekati kecepatan cahaya. Sementara itu untuk bagian relativitas umumnya, nggak kita bahas di sini.
Okay, secara matematis di atas kertas emang bisa dibuktikan, tapi emang secara pengamatan konsep dilatasi waktu ini beneran kejadian di dunia nyata?
Yup, pada tahun 1971, dua orang ahli fisika dan astronom bernama Joseph C. Hafele dan Richard E. Keating melakukan percobaan yang kurang lebih mirip dengan illustrasi gua di atas, nama percobaannya diambil dari nama mereka yaitu Hafele-Keating experiment. Mereka menggunakan 2 cesium-beam atomic clocks (jam dalam skala atom yang sangat presisi) lalu masing-masing dibawa oleh pesawat komersil mengelilingi dunia 2x, yang satu menuju ke arah timur, satu lagi ke arah barat. Setelah dicocokan, ternyata terdapat perbedaan waktu antara kedua jam tersebut.
Yang mana yang gap waktu-nya lebih besar? Tentu aja gap waktu lebih besar pada pesawat yang ke arah barat karena kita di bumi sebagai pengamat juga gak berada dalam kondisi statis, melainkan (bumi) berotasi dari barat ke timur pada sumbunya.

Tentu perbedaannya gak terlalu besar (karena pesawat komersil masih jauh lebih lambat dari kecepatan cahaya), jadi perbedaannya cuma dalam skala nano-second. Cuma dalam skala atomic level, perbedaan itu sudah bisa membuktikan bahwa konsep dilatasi waktu yang relatif adalah benar-benar terjadi secara nyata.
Salah satu contoh lain yang mungkin lebih bisa lo bayangin adalah satelit GPS yang ngirim sinyal ke smartphone kamu supaya bisa ngebuka google map. Satelit-satelit GPS yang berada di atas atmosfir bergerak dengan kecepatan tinggi, jadi ada dilatasi waktu yang dialami satelit tersebut. Makanya waktu ngirim sinyal, perlu ada sedikit kalibrasi/adjustment yang memperhitungkan faktor dilatasi waktu, supaya pengiriman sinyal GPS tetap akurat diamati oleh kita yang ada di bumi.
Tag :
other
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mencanangkan penerapan
Ujian Nasional (UN) online bagi siswa. Namun, pelaksanaan ujian ini tidak
serta-merta dilakukan sekaligus karena masih memerlukan penyesuaian, terutama
mengenai kesiapan infrastruktur teknologi di berbagai daerah. Pelaksanaan UN online akan dipersiapkan secara
bertahap. Untuk menyambut ujian online ini, beberapa sekolah juga telah diujikan secara terbatas.
Ujian secara online sudah mulai diterapkan bagi siswa, misalnya dengan menggelar
ulangan harian secara online.
Apa keuntungan unas online?
1.
Cenderung lebih obyektif
2.
Pengadaannya
tidak perlu tender sehingga biaya lebih murah
3.
Pengamanan
dan pengiriman soal cenderung mudah
4.
Mencegah pemborosan
penggunaan kertas
5.
Meningkatkan
keamanan dan mencegah kebocoran soal
6.
Siswa
tidak perlu takut jawaban tidak terbaca scanner
Apa kekurangan unas online ?
1.
Sekolah
diharuskan memiliki infrastruktur yang memadai
2.
Uji
coba software yang masih belum mumpuni
3.
Tekanan
bagi siswa karena menghadapi hal baru
Dispendik Surabaya telah memperkenalkan dan membiasakan UNAS ONLINE
kepada siswa melalui tryout – tryout online yang akan diterapkan di seluruh
sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Apabila siswa telah terbiasa dengan
UNAS Online, maka mereka tidak akan asing lagi dengan UNAS Online.
Tag :
other
Mozilla, perusahaan yang mengembangkan aplikasi peramban (browser) Firefox, berencana untuk membuat sistem operasi kode sumber terbuka (open source) untuk perangkat mobile bernama Firefox OS. Mozilla berharap, perangkat perdana dengan Firefox OS akan dirilis tahun 2013 di Brasil.
Firefox OS merupakan penamaan ulang dari proyek "Boot to Gecko" (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka dari Mozilla. Proyek B2G diumumkan Mozilla pada 25 Juli 2011 lalu.
Segenap dukungan telah didapatkan Mozilla untuk proyek Firefox OS. Produsen perangkat mobile ZTE dan TCL, yang keduanya berasal dari China, siap memproduksi perangkat bersistem operasi Firefox OS.
Keduanya akan menggunakan prosesor Snapdragon dari Qualcomm. Mozilla tidak mengumumkan lebih rinci tentang spesifikasi hardware lain untuk perangkat Firefox OS.
Beberapa operator seluler juga menyuarakan dukungan untuk Firefox OS. Ada Deutsche Telekom (induk perusahaan T-Mobile), Etisalat (yang beroperasi di 18 negara termasuk Timur Tengah, Asia dan Afrika), Sprint di Amerika Serikat dan Telefónica di Spanyol.
Mozilla mengatakan, Firefox OS akan menjadi ekosistem mobile yang sepenuhnya terbuka. Dibangun sepenuhnya pada standar web terbuka dan aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi HTML5.
Fungsi-fungsi perangkat mobile Firefox OS seperti panggilan telepon, pesan, kalender, dan lainnya, didasarkan pada HTML5. Hal ini disebut Mozilla akan membuka peluang bagi pengembang aplikasi (developer).
Menurut Mozilla, developer bisa membuat aplikasi yang dapat melihat dan menganalisa sejarah pesan teks atau bahkan mengirim pesan secara otomatis dalam situasi tertentu.
Sedikit banyak, Firefox OS akan bersaing dengan Android karena keduanya sama-sama bersifat terbuka (open source) dan bisa digunakan secara gratis oleh vendor ponsel.
(sumber : Kompas Tekno)
Tag :
Infotech
Nah, setelah sehari dirilisnya Ubuntu 13.10 Saucy Salamander, Pendiri Ubuntu Mark Shuttleworth mengumumkan nama dari Ubuntu 14.04 yang akan dirilisnya pada April 2014 mendatang di blog pibadinya. Nama yang dipilih sesuai dengan tradisi Ubuntu, setelah menggunakan nama ber-awalan "S", sekarang saatnya memakai awalan "T", Mark pun memberi nama Ubuntu 14.04 dengan nama "Trusty Tahr".

Seperti yang di katakan oleh Mark Shuttleworth, bahwa Ubuntu 14.04 ini akan diluncurkan dengan dukungan jangka panjang (LTS), tetapi, versi mobile dari Ubuntu 14.04 adalah bukan versi LTS. Mungkin selengkapnya kalian bisa membaca ulasan yang di posting oleh Mark di blog-nya, disana dia menceritakan betapa bangga-nya dia setelah merilis Ubuntu 13.10, dan di sana Mark menceritakan bagaimana dia bisa memeberikan nama tersebut.
Tag :
Infotech
Internet adalah salah satu kebutuhan pokok bagi beberapa orang, terutama orang-orang yang bekerja dengan menggunakan komputer.Dengan fasilitas internet, kita dapat mengakses aneka informasi dari dunia maya yang tanpa batasan.
Tanpa batasan? benarkah? Menurut
Pendapat saya dan beberapa teman yang telah lama bercokol di dunia internet,
seharusnya dunia internet adalah dunia tersendiri yang berbeda dengan wilayah
suatu negara. Kenapa demikian, karena di dunia internet, orang dari berbagai
wilayah dunia, dari aneka negara dapat saling berkomunikasi tanpa terbelenggu
dengan batasan-batasan yang ada seperti jika mereka menjadi satu warga sebuah
negara.
Di internet sendiri, kita bisa
mendapat informasi apapun atau misalnya mengenai sebuah negara cukup dengan
mencarinya dengan sebuah clue di aneka mesin pencari, seperti google misalnya.
Bahkan untuk mencari contoh-contoh foto untuk pose wanita sexy bisa kita cari
di internet, karena di internet dunia informasi dunia ini berada. Hal ini cukup
sering saya lakukan karena pekerjaan saya sebagai fotografer membutuhkan hal
itu.
Namun kini dunia internet yang
selayaknya tanpa batasan telah ternoda. Sensor telah membelenggu kita untuk
membuka beberapa situs yang kadang kita perlukan. Baik untuk kepentingan
pribadi ataupun kepentingan kerja. Dunia sensor telah terjadi di Internet kita.
Negeri kita telah melakukan hal seperti China yang mensensor internet, walaupun
belum separah China..
sensor dari Internet Service
Provider
Internet kita menjadi sakit karena
ada beberapa situs yang seharusnya bisa terbuka menjadi tidak bisa terbuka dan
menampilkan tampilan sensor. Badan Sensornyapun ada beberapa tingkatan, seperti
dari ISP (penyedia internet) sendiri ataupun ISP dengan bekerja sama dengan
organisasi seperti Nawala. Seperti pada browser Blackberry dan beberapa
internet mobile yang terkena sensor Nawala. Untuk Nawala sendiri seperti yang
sudah sering diberitakan adalah Organisasi yang menyediakan layanan DNS yang
bebas digunakan oleh pengguna akhir atau penyedia jasa internet untuk
mendapatkan akses internet (yang katanya) bersih dan aman.

Bersih dan aman dengan melakukan
sensor? tidak. Itu bukan bersih dan aman, melainkan sebuah pembatasan.
Soal judi. seharusnya Dunia internet
adalah dunia tersendiri yang tidak terikat oleh batas negara, kenapa harus
dicekal? jikapun orang mau berjudi mereka bisa melakukannya dengan pergi ke
malaysia ataupun singapura, dengan mereka melakukan judi online di indonesia,
bukankah itu melakukan penghematan? Jika mereka ke luar negeri berapa banyak
rupiah yang terbuang ke kantong negara lain? soal dosa? itu urusan pribadi.
Soal pornografi. itu juga adalah
urusan pribadi. Takut anak membuka situs porno? di situs pornopun umumnya ada
disclaimer soal umur. jika dibawah 18 tahun mereka tidak boleh masuk. Jikapun
takut anak-anak membuka situs porno, bukan salah internetnya, salahkan orang
tua yang tidak mendidik anak tentang pornografi. lalu bukan internet yang harus
di blokir.
Jika ada orang membunuh dengan
menggunakan pisau, apakah selanjutnya pisau dilarang untuk digunakan?
Seharusnya Pengguna internet
dibebaskan untuk memilih menggunakan internet secara bebas ataupun dengan
sensor. Seharusnya pengguna akhirlah yang berhak untuk memilih.
Ok, sekian pendahuluannya. Sekarang
bagaimana menyembuhkan internet kita yang sakit?
Dulu pada awalnya banyak cara
pengobatannya, seperti misalnya melakukan perubahan nama domain situs yang
dituju menjadi kode angka (IP) dengan cmd dan ping pada website yang dituju,
lalu mengetikkan kode angka ini pada browser, tapi ini juga telah diblokir.
Bisa juga menggunakan proxy gratisan, tapi cukup ribet dan koneksinya lambat
bahkan beberapa proxy gratisan juga telah diblokir.

Yang hingga kini masih bisa
dilakukan untuk pengobatan adalah dengan menggunakan DNS google
Apa itu DNS? DNS merupakan salah
satu sistem database yang merupakan singkatan dari Domain Name System / Server
yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dalam hal berselancar di dunia
maya. Fungsi penting dari DNS adalah membantu kita menerjemahkan alamat situs
(http://google.com) yang kita ketik di browser menjadi sebuah alamat IP
(208.67.219.231).Masih bingung kegunaannya gimana? Coba dibayangkan bagaimana rasanya
ketika kita ingin browsing atau membuka situs tapi yang harus diketik di
browser adalah alamat IP, bukan alamat situsnya? sangat amat tidak
nyaman. (dari berbagai sumber, kalau salah ya maaf :P)
Selanjutnya komputer kita
menggunakan DNS yang disediakan ISP, dimana DNS dari ISP ini kini telah terkena
sensor hingga menghalangi user untuk memasuki beberapa situs yang sengaja di
blokir. Kok bisa? karena melalui DNS inilah koneksi dan dialog antar server
dapat dilangsungkan sehingga terjadi koneksi antar browser yang ada di komputer
dengan ip yang dituju.
(kalau kurang jelas, bisa googling tentang DNS)
(kalau kurang jelas, bisa googling tentang DNS)
Nah, selanjutnya langkah untuk
menyehatkan internet kita gimana? Gunakan DNS dari Google. Apa sih dan kenapa
mesti DNS Google?
Nah Caranya untuk merubah settingan
DNS pada komputer kita dengan DNS Google (Google Public DNS) adalah merubah
settingan dengan menggunakan :
Preferred DNS Server : 8.8.8.8 dan
Alternate DNS Server: 8.8.4.4
Namuuuun.. jika anda ingin internet
anda tetap sakit dan tidak bisa membuka semua situs, anda bisa tetap
menggunakan DNS dari ISP (yang umumnya sudah diset automatis begitu kita menggunakan
suatu ISP) atau dengan menggunakan DNS dari Nawala yaitu:
Preferred DNS Server :
180.131.144.144 dan Alternate DNS Server: 180.131.145.145
Semua adalah pilihan, sudah
selayaknya kebebasan berinternet sepenuhnya di tangan kita dan menjadi tanggung
jawab kita. Ajarkan keluarga kita tentang bahaya berinternet dan jangan
melepaskan anak menjelajahi dunia maya sendirian, bagaimanapun mereka butuh
bimbingan kita sebagai orang tuanya.
Internet sehat itu bukan berarti
Internetnya yang di blokir, tapi pengajaran kepada pengguna internet tentang
cara menggunakan internet dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhannya…
Semoga dengan cara ini Internet anda
lekas sembuh dan menjadi Internet yang sehat kembali…
note: cara diatas adalah untuk
penggunaan komputer PC, untuk mobile kami belum menemukan cara merubah DNSnya..
*jujur
Tag :
Infotech,
Internet Sehat
Ada adaaa aja cara perusahaan besar untuk merangkul dan memanjakan para penggemarnya. Salah satunya ini, yang dilakukan oleh Microsoft. Sebuah video anime buatan Microsoft Singapura ditampilkan di YouTube yang didedikasikan untuk semua penggemar anime di seluruh dunia dalam perayaan Anime Festival Asia (AFA) 2013.
Video yang unik dan seger ini adalah respon kreatif Microsoft untuk merangkul pecinta anime, sekaligus usaha Microsoft untuk rebranding (iklan pencitraan) Internet Explorer. Video yang dapat dilihat pada link YouTube ini, menampilkan iklan viral Microsoft, Windows dan Internet Explorer. Pada video yang berjudul "Anime Festival Asia Special Video - featuring Inori Aizawa" ini, kamu akan menemukan seorang gadis (yang moe moe ini xD) sebagai tokoh utama yang dikejar-kejar oleh monster-monster robot mengerikan yang berusaha melumpuhkan si gadis dan merebut perisai kekuatan si gadis.
Pada video tersebut, beberapa kali ditampilkan promosi terkait Microsoft, Windows dan Internet Explorer. Contohnya adalah pada menit ke 1:59 yang di mana menampilkan Aizawa sedang duduk di meja kerjanya dan di hadapannya ada perangkat semacam netbook yang UI-nya menampilkan khas Windows. Lalu di menit ke 2:02 menampilkan Internet Explorer. Browser Internet Explorer , disajikan sebagai benteng melawan semua jenis pengaruh jahat di internet. Terdapat simbolisme di sini di mana si gadis muda meraih perisai dengan monogram "I" dan berubah menjadi seorang pejuang. Tokoh protagonis yang berusaha dibangun oleh Microsoft adalah bahwa tokoh Inori Aizawa menjadi " maskot resmi dari Internet Explorer. Aizawa adalah upaya terbaru Microsoft untuk memperkenalkan kembali Internet Explorer kepada publik , menyusul penurunan jumlah pengguna sejak 2011.
Ini nih Sosok Inori Aizawa yang Kawaii (imut) ini :))
Video yang unik dan seger ini adalah respon kreatif Microsoft untuk merangkul pecinta anime, sekaligus usaha Microsoft untuk rebranding (iklan pencitraan) Internet Explorer. Video yang dapat dilihat pada link YouTube ini, menampilkan iklan viral Microsoft, Windows dan Internet Explorer. Pada video yang berjudul "Anime Festival Asia Special Video - featuring Inori Aizawa" ini, kamu akan menemukan seorang gadis (yang moe moe ini xD) sebagai tokoh utama yang dikejar-kejar oleh monster-monster robot mengerikan yang berusaha melumpuhkan si gadis dan merebut perisai kekuatan si gadis.
Pada video tersebut, beberapa kali ditampilkan promosi terkait Microsoft, Windows dan Internet Explorer. Contohnya adalah pada menit ke 1:59 yang di mana menampilkan Aizawa sedang duduk di meja kerjanya dan di hadapannya ada perangkat semacam netbook yang UI-nya menampilkan khas Windows. Lalu di menit ke 2:02 menampilkan Internet Explorer. Browser Internet Explorer , disajikan sebagai benteng melawan semua jenis pengaruh jahat di internet. Terdapat simbolisme di sini di mana si gadis muda meraih perisai dengan monogram "I" dan berubah menjadi seorang pejuang. Tokoh protagonis yang berusaha dibangun oleh Microsoft adalah bahwa tokoh Inori Aizawa menjadi " maskot resmi dari Internet Explorer. Aizawa adalah upaya terbaru Microsoft untuk memperkenalkan kembali Internet Explorer kepada publik , menyusul penurunan jumlah pengguna sejak 2011.
Ini nih Sosok Inori Aizawa yang Kawaii (imut) ini :))
dan Berikut yang mau lihat Video (pendek) Anime nya. mudah-mudahan ada Anime Versi Panjang nyaa amiiiin :D
Tag :
Infotech
Internet sehat itu penting agar kita tahu apa yang harus kita lakukan di
internet. Kita tak menyia-nyiakan waktu hanya untuk sesuatu yang kurang sehat.
Sesuatu yang kurang sehat itu adalah hanya bermain games online saja, cuma
chatingan di facebook, asyik berkicau di twitter, suka melihat gambar dan video
porno yang kurang layak di konsumsi oleh anak sekolahan. Kasus video mirip
artis akhir-akhir ini adalah contoh kongkrit dari penggunaan internet yang
kurang sehat. Anak sekolahan sebaiknya tidak mengunduh video ini.
Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global yang membuat kamu terkoneksi dengan orang banyak. Batas negara seolah tiada lagi. Kamu bisa pergi berkeliling dunia tanpa menggunakan paspor. Sejuta manfaat dapat kamu dapatkan bila kamu berinternet secara sehat.
Seharusnya internet dapat membuatmu menjadi sehat. Sehat badanmu dan sehat juga otakmu. Kamu menjadi lebih cerdas dari sebelum menggunakan internet. Bukan justru malah kebalikannya. Bolak-balik ke warnet hanya cuma mengkonsumsi games online atau cuma asyik chating di facebook saja. Sayang banget, waktu, tenaga, dan dana yang kamu keluarkan itu hanya untuk sebuah kegiatan yang percuma dan tak mendatangkan manfaat apapun.
Coba kalau kamu menggunakan internet secara sehat. Kamu bisa mencari ilmu pengetahuan baru dari hasil pencarian informasi di internet, dan bahkan kamupun bisa menciptakan informasi di internet dengan banyak menulis di blog. Baik menulis dalam bentuk berita, maupun dalam bentuk cerita. Kamupun menjadi orang terkenal dalam dunia maya karena seringya kamu menulis yang bermanfaat. Banyak orang yang tercerahkan dari apa yang kamu tuliskan. Contoh yang nyata adalah kegiatan ngeblog raditya dika yang dibukukan, dan banyak menginspirasi orang lain untuk juga ikutan ngeblog di internet.
Internet yang digunakan secara sehat dapat membuatmu berkorespondensi dengan rekan atau relasi yang kamu kenal dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Kamupun bisa mengirimkan email dengan biaya murah dan cepat. Kamupun bisa mendapatkan data atau informasi yang kamu perlukan untuk membantu tugas-tugas di sekolah. Masih banyak hal positif lainnya yang kamu temui bila kamu mampu memanfaatkan informasi yang didapatkan untuk menunjang kehidupanmu sehari-hari.
Masalahnya adalah ketika bimbingan serta pengawasan dari guru dan juga orang tua melemah, maka anak sekolahan pun akhirnya asyik sendiri dengan games onlinenya, dan terlalu asyik dengan facebooknya. Apalagi kalau sudah berkicau di twitter, bisa -bisa sampai lupa waktu deh, karena memang enak berinteraki di situs jejaring sosial. Lebih-lebih bila temanmu sudah banyak, sekali merubah status saja sudah banyak yang langsung memberikan komentar hanya dalam hitungan detik saja. Oleh karenanya, manajemen waktu sangat dipentingkan bila kamu ingin bisa memanfaatkan internet secara sehat.
Manajemen waktu sangat diperlukan ketika kamu beraktivitas di dunia maya. Sebab bila tidak, waktumu akan habis seharian untuk online di internet. Kamupun menjadi lupa bahwa masih ada dunia nyata yang kamu harus hadapi dengan kerja keras dan kerja cerdas.
Manajemen waktu yang baik menjadi salah satu kunci meraih kesuksesan, kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ilham Akbar Habibie di hadapan 500 mahasiswa baru Universitas Hasanuddin di Makassar, Minggu, 13 pebruari 2010. Beliau mengatakan, “Isilah waktu untuk menyerap seluruh ilmu tapi tetap harus memiliki prioritas, belajar secara efisien dengan mengetahui benar ritme biologis serta menguji diri sendiri”. Oleh karena itu manajemen waktu dalam berselancar di internet jelas sangat diperlukan untuk mengatur ritme biologis serta menguji diri sendiri.
Tak semua hal baik ada di internet. Ada saja orang jahat dan iseng bermain di dunia maya. Perlu ada filter dari diri sendiri untuk mampu memilihnya. Kamu harus mampu menghalau serigala digital yang terus menyerbu di internet. Akan banyak program jahat seperti virus, worm, trojan, horse, spyware, adware yang dapat mencuri data di dalam komputermu. Serangan email sampah (spam), akan kamu temukan setiap hari melalui email yang kamu buka. Belum lagi dengan berbagai macam penipuan, pornografi, sadisme, dan rasialisme.
Jadi, mengapa internet sehat itu penting? Internet sehat itu penting agar anak sekolahan kelak menjadi orang hebat. Dia mampu memilah dan memilih hal-hal yang positif bagi dirinya. Mampu mengambil yang baik, dan meninggalkan yang buruk dan tidak terjebak dalam dampak negatif internet yang tak pernah tidur. Oleh karenanya kamu harus banyak bertanya dan berkomunikasi dengan orang yang lebih tua agar kamu mampu menggunakan internet secara sehat. Kamu harus banyak bertanya kepada guru maupun orang tua tentang dampak positif dan negatif internet. Ikutilah komunitas internet sehat seperti komunitas blogger, dan seringlah berkunjung ke situs-situs yang mengajakmu untuk menggunakan internet secara sehat seperti situs ictwatch.com. Perlu juga kamu miliki buku internet sehat yang dibagikan secara gratis oleh gerakan internet sehat yang banyak didengungkan oleh mas Donny BU dan pak Onno W. Purbo. Mereka adalah para tokoh yang gencar mengkampanyekan internet secara sehat.
Internet Sehat digagas oleh ICT Watch sejak 2002, bertujuan mengenalkan dan menggiatkan penggunaan Internet yang aman, nyaman dan bermanfaat bagi semua. http://ictwatch.com/internetsehat/
Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global yang membuat kamu terkoneksi dengan orang banyak. Batas negara seolah tiada lagi. Kamu bisa pergi berkeliling dunia tanpa menggunakan paspor. Sejuta manfaat dapat kamu dapatkan bila kamu berinternet secara sehat.
Seharusnya internet dapat membuatmu menjadi sehat. Sehat badanmu dan sehat juga otakmu. Kamu menjadi lebih cerdas dari sebelum menggunakan internet. Bukan justru malah kebalikannya. Bolak-balik ke warnet hanya cuma mengkonsumsi games online atau cuma asyik chating di facebook saja. Sayang banget, waktu, tenaga, dan dana yang kamu keluarkan itu hanya untuk sebuah kegiatan yang percuma dan tak mendatangkan manfaat apapun.
Coba kalau kamu menggunakan internet secara sehat. Kamu bisa mencari ilmu pengetahuan baru dari hasil pencarian informasi di internet, dan bahkan kamupun bisa menciptakan informasi di internet dengan banyak menulis di blog. Baik menulis dalam bentuk berita, maupun dalam bentuk cerita. Kamupun menjadi orang terkenal dalam dunia maya karena seringya kamu menulis yang bermanfaat. Banyak orang yang tercerahkan dari apa yang kamu tuliskan. Contoh yang nyata adalah kegiatan ngeblog raditya dika yang dibukukan, dan banyak menginspirasi orang lain untuk juga ikutan ngeblog di internet.
Internet yang digunakan secara sehat dapat membuatmu berkorespondensi dengan rekan atau relasi yang kamu kenal dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Kamupun bisa mengirimkan email dengan biaya murah dan cepat. Kamupun bisa mendapatkan data atau informasi yang kamu perlukan untuk membantu tugas-tugas di sekolah. Masih banyak hal positif lainnya yang kamu temui bila kamu mampu memanfaatkan informasi yang didapatkan untuk menunjang kehidupanmu sehari-hari.
Masalahnya adalah ketika bimbingan serta pengawasan dari guru dan juga orang tua melemah, maka anak sekolahan pun akhirnya asyik sendiri dengan games onlinenya, dan terlalu asyik dengan facebooknya. Apalagi kalau sudah berkicau di twitter, bisa -bisa sampai lupa waktu deh, karena memang enak berinteraki di situs jejaring sosial. Lebih-lebih bila temanmu sudah banyak, sekali merubah status saja sudah banyak yang langsung memberikan komentar hanya dalam hitungan detik saja. Oleh karenanya, manajemen waktu sangat dipentingkan bila kamu ingin bisa memanfaatkan internet secara sehat.
Manajemen waktu sangat diperlukan ketika kamu beraktivitas di dunia maya. Sebab bila tidak, waktumu akan habis seharian untuk online di internet. Kamupun menjadi lupa bahwa masih ada dunia nyata yang kamu harus hadapi dengan kerja keras dan kerja cerdas.
Manajemen waktu yang baik menjadi salah satu kunci meraih kesuksesan, kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ilham Akbar Habibie di hadapan 500 mahasiswa baru Universitas Hasanuddin di Makassar, Minggu, 13 pebruari 2010. Beliau mengatakan, “Isilah waktu untuk menyerap seluruh ilmu tapi tetap harus memiliki prioritas, belajar secara efisien dengan mengetahui benar ritme biologis serta menguji diri sendiri”. Oleh karena itu manajemen waktu dalam berselancar di internet jelas sangat diperlukan untuk mengatur ritme biologis serta menguji diri sendiri.
Tak semua hal baik ada di internet. Ada saja orang jahat dan iseng bermain di dunia maya. Perlu ada filter dari diri sendiri untuk mampu memilihnya. Kamu harus mampu menghalau serigala digital yang terus menyerbu di internet. Akan banyak program jahat seperti virus, worm, trojan, horse, spyware, adware yang dapat mencuri data di dalam komputermu. Serangan email sampah (spam), akan kamu temukan setiap hari melalui email yang kamu buka. Belum lagi dengan berbagai macam penipuan, pornografi, sadisme, dan rasialisme.
Jadi, mengapa internet sehat itu penting? Internet sehat itu penting agar anak sekolahan kelak menjadi orang hebat. Dia mampu memilah dan memilih hal-hal yang positif bagi dirinya. Mampu mengambil yang baik, dan meninggalkan yang buruk dan tidak terjebak dalam dampak negatif internet yang tak pernah tidur. Oleh karenanya kamu harus banyak bertanya dan berkomunikasi dengan orang yang lebih tua agar kamu mampu menggunakan internet secara sehat. Kamu harus banyak bertanya kepada guru maupun orang tua tentang dampak positif dan negatif internet. Ikutilah komunitas internet sehat seperti komunitas blogger, dan seringlah berkunjung ke situs-situs yang mengajakmu untuk menggunakan internet secara sehat seperti situs ictwatch.com. Perlu juga kamu miliki buku internet sehat yang dibagikan secara gratis oleh gerakan internet sehat yang banyak didengungkan oleh mas Donny BU dan pak Onno W. Purbo. Mereka adalah para tokoh yang gencar mengkampanyekan internet secara sehat.
Internet Sehat digagas oleh ICT Watch sejak 2002, bertujuan mengenalkan dan menggiatkan penggunaan Internet yang aman, nyaman dan bermanfaat bagi semua. http://ictwatch.com/internetsehat/
Tag :
Internet Sehat

